Friday, February 8, 2013

Magazine For You? (translate into bahasa)


Halo :D

Kirana is 1 mo old now :) Pastinya udah banyak yang nengokin Kirana nih baik waktu di RS dan di rumah, makasih yaaa semuanya perhatian (dan kado) nya. Nah tapi ada aja lohhh pernyataan yang nyebelin dan semakin nyebelin karena saya kan katanya orangnya sensitif (ini cuma “katanya” loh :p).

Nah sambil minum teh tarik di pagi hari ini saya pengen cerita sedikit deh, mumpung Kirana lagi berpelukan dengan papa kesayangan nya itu. Mwihihihi.

Ini niiih beberapa pernyataan dan pertanyaan yang gimanaaa gitu :

1. Kenapa caesar? (dengan wajah menghina dan tampak mengasihani)

Ya tentu saja kalau yang bertanya tanpa wajah menghina dan mengasihani itu nggak apa-apa karena saya juga sering nanya begitu ke teman atau saudara yang habis melahirkan dengan cara caesar. Nah ini ada aja sih yang berwajah atau bernada begitu seolah-olah saya dengan sengaja tidak mau melahirkan dengan cara biasa (ya toh kalaupun memang begitu adanya, masalah buat lo?). Kenapa ya? Enggak tau juga deh. Tapi coba siapa yang mau bilang kalau ibu yang melahirkan dengan cara caesar itu belum merasakan menjadi seorang ibu yang sesungguhnya. Siapa? Sini saya jambak dulu. Atau mau tampar bolak-balik juga? Sini.
Persalinan caesar banyak resiko nya, man. Nggak perlu menganggap enteng dan merasa paling sempurna karena anda sudah bersusah-payah melahirkan lewat vagina. Komplikasi nya juga lebih menantang. Saya kebetulan mengalami komplikasi operasi caesar meskipun mudah-mudahan nggak parah. Dan satu hal ya, melahirkan normal atau caesar itu sama-sama taruhan nyawa. Nggak percaya? Makanya baca, biar ada ilmu tentang hal ini, jangan bisanya cuma merasa jadi ibu yang sempurna karena melahirkan secara normal.
Oh iya ada juga yang bilang : “ya kalo kita sih kalo caesar itu mikirin biaya nya sih mbak, kan mahal banget”. Pengen deh saya jawab : “ya FYI aja sih, kita juga bukan pabrik duit kok :)”.  Maybe they never know that we will do and give anything when you know that your baby is in danger. 

2. ASI kan? Nggak dicampur susu formula kan?

Biasanya yang nanya begini adalah ibu-ibu muda yang kelewat bangga karena ngasih ASI eksklusif untuk bayi nya. Kirana alhamdulillah sampai sekarang minumnya ASI. Hari ke-4 pasca lahir, Kirana memang minum susu formula karena ASI saya baru keluar di hari ke-5, itu pun dibantu dengan suntik oksitosin 2x waktu di RS. Dan di hari ke-5 barulah kita mulai relaktasi, Kirana bisa minum ASI. Sayang juga itu susu formula masih penuh nggak kepake, mahal ya sodara-sodara. Selama 3x24 jam Kirana nggak minum apa-apa kecuali kolostrum sedikit-sedikit yang dia dapatkan juga dengan susah payah karena puting saya datar sedatar-datarnya.
Tapi kalau pun emang ada orang yang tidak ber-ASI eksklusif, ya biar aja toh? Kecuali anda tenaga medis yang menangani ibu dan bayi ybs, atau anda konselor laktasi, atau anda anggota salah satu lembaga ASI yang menurut saya terlalu ekstrim dan agak sedikit berlebihan itu. Tiap orang punya “cerita” sendiri saat menyusui bayi nya, kalaupun tidak ber-ASI eksklusif padahal bisa, sekali lagi menurut saya itu bukan urusan kita. Dan sama seperti melahirkan normal VS caesar, tidak perlu ada yang merasa paling sempurna :)

Adik saya si Papis itu dulu nggak ASI eksklusif deh kayaknya tapi dia tetap sehat, cakep, pintar, dan di-idolai banyak wanita. (informasi yang kurang penting, hahaha).

Yah sudah begitu sajah, kalau memang masih ada yang menganggap remeh ibu yang melahirkan dengan caesar dan memojokkan ibu yang “terpaksa” memberi susu formula untuk bayi nya, semoga lekas mendapatkan hidayah yaaa.. Ciaooo :)

No comments: