anti-sosial

mungkin
saya
(agak)
anti-sosial
...
:)
walaupun saya tidak memenuhi kriteria diagnosis, tapi ada beberapa symptom yang sepertinya pernah saya alami, hehehehe.
aneh? nggak.
Flash back, dulu saya nggak begini. Sejak peristiwa ini-itu-ini-ini lagi-itu lagi, dll saya mulai malas berurusan dengan hal-hal nggak penting dan mulai menemukan zona aman dan nyaman untuk diri saya sendiri. Saya mulai imun terhadap perasaan dilupakan dan ditinggalkan teman :) Sedih? Ya, sedih. Tapi tidak lagi seperti dulu yang sampai sedih-kepikiran-nangis dalam beberapa hari. Bahkan pernah salah seorang sepupu saya menulis status di facebook "takut ditinggalin temen", dan saya meninggalkan komentar yang berbunyi : "nggak apa2, temen datang dan pergi itu biasa". Cukup kaget juga mendapati diri saya sendiri meng-komen begitu, disaat komentar orang lain di status sepupu saya itu adalah yang semacam "tenang aja aku ga kemana2 kok", atau "temen2mu ga akan pergi kok", dll. Kalimat-kalimat simpatik dan suportif. Sedangkan komentar saya? Sinis. To the point. Sama sekali tidak menghibur :)
Dan saya jadi merasa seperti anti sosial.
Mungkin karena berkali-kali saya kecewa pada pertemanan atau persahabatan.
Hehehehehe, tidak perlu kasihan begitu :p Sisi baiknya adalah, saya jauh lebih kuat dari orang lain. Ketika orang lain sedih dan menangis karena merasa dilupakan teman atau sahabat, saya tidak. Okay, sedikit :)
aneh? nggak.
Flash back, dulu saya nggak begini. Sejak peristiwa ini-itu-ini-ini lagi-itu lagi, dll saya mulai malas berurusan dengan hal-hal nggak penting dan mulai menemukan zona aman dan nyaman untuk diri saya sendiri. Saya mulai imun terhadap perasaan dilupakan dan ditinggalkan teman :) Sedih? Ya, sedih. Tapi tidak lagi seperti dulu yang sampai sedih-kepikiran-nangis dalam beberapa hari. Bahkan pernah salah seorang sepupu saya menulis status di facebook "takut ditinggalin temen", dan saya meninggalkan komentar yang berbunyi : "nggak apa2, temen datang dan pergi itu biasa". Cukup kaget juga mendapati diri saya sendiri meng-komen begitu, disaat komentar orang lain di status sepupu saya itu adalah yang semacam "tenang aja aku ga kemana2 kok", atau "temen2mu ga akan pergi kok", dll. Kalimat-kalimat simpatik dan suportif. Sedangkan komentar saya? Sinis. To the point. Sama sekali tidak menghibur :)
Dan saya jadi merasa seperti anti sosial.
Mungkin karena berkali-kali saya kecewa pada pertemanan atau persahabatan.
Hehehehehe, tidak perlu kasihan begitu :p Sisi baiknya adalah, saya jauh lebih kuat dari orang lain. Ketika orang lain sedih dan menangis karena merasa dilupakan teman atau sahabat, saya tidak. Okay, sedikit :)



5 comments:
tp...
mas ga bakal kemana2 koq.. :-)
hm..
depends :)
beneran.. :-)
not just "depends"..
Ifaaa... kangen kamu.. Dan baca tulisanmu ini.. Hoho "SUPER LIKE THIS!* tak apa menjadi manusia setengah autis.. hehe.. manusia dalam janin ia sendiri, di akhirat pun akan dihisab sendiri. So, di dunia sendiri pun, tak masalah kan??
Tapi ada yang bilang, kalau begitu kita sombong. Well, tergantung.. depends.. seperti katamu.. ^_^
like this buat tulisannya.. ^^
lagi merasa perasaan yang sama seperti yang mbak tulis soalnya.. ^^
*salam kenal ya.. ^^
Post a Comment